MEMBERI YANG TERBAIK UNTUK PEKERJAAN TUHAN


Satu pertanyaan bisa muncul, mengapa gereja kita masih seringkali mengalami defisit untuk kebutuhan rutinitas dan kekurangan dana untuk pembangunan?
Mungkin ada yang menjawab, ya salahnya sendiri, mengapa tahu uang sudah kurang, kok boros-borosan membuat rencana anggaran, sudah tahu tidak ada dana kok masih mau merenovasi gedung. Bukankah Tuhan Yesus berkata, bahwa bila seseorang mau merencanakan membangun menara, harus hitung-hitung dulu berapa biayanya, kuatkah ia menanggung biaya pembangunan itu. Bila tidak ada modal yang cukup, ya dibatalkan saja.
Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. (Luk 14:28-30)
Benarkah gereja (ekklesia: kumpulan oarng-orang percaya) kita memang benar-benar kekurangan dana? Atau kita yang kurang tergerak untuk mengumpulkan dana? Mungkin juga ada yang menjawab, saya bosan dengan urusan uang di gereja ini, karena berulang-ulang menagih jemaat untuk komitmen memberi persembahan.
Memang semua jawaban di atas ada benarnya, namun mari kita melihat beberapa prinsip Alkitab dalam memberi persembahan untuk kebutuhan rumah Tuhan:
1. Pemberian adalah suatu ungkapan syukur atas anugerah Allah yang amat sangat luar biasa yang telah kita terima dengan cuma-cuma (gratis).
2. Alkitab mengajar kita untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan karena kesadaran, bahwa Tuhan sudah memberi yang terbaik kepada kita, yaitu KESELAMATAN YANG SEJATI DALAM KRISTUS YESUS, bukan karena Tuhan yang butuh uang kita atau pada saat gereja mengalami defisit lalu kita yang berjasa menutup kekurangan itu.
3. Memberi untuk pekerjaan Tuhan adalah privilege (hak istimewa dan penghargaan) yang Tuhan mau beri pada kita semua sebagai kesempatan untuk diikut sertakan dalam karyaNya yang agung dan mulia. Jadi bukan Tuhan yang butuh dan mengemis-ngemis kepada kita, tetapi kita yang sungguh merasakan anugerah Tuhan bila diikut sertakan dalam rencana kekalNya.
4. Pembangunan Rumah Tuhan memang bisa terjadi terlalu besar biayanya, melampaui kemampuan jemaat, tetapi bisa juga karena jemaat yang kurang peduli sehingga bukan memberi yang terbaik untuk pekerjaan Tuhan.
Bangsa Israel ditegur oleh Allah, karena hanya peduli dengan urusannya sehari-hari untuk keperluan pribadi dan rumahnya sendiri, tapi tidak mempedulikan pembangunan rumah Tuhan.
"Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. (Hag 1:4, 9)
5. Pemberian untuk Rumah Tuhan adalah wujud yang menggambarkan suatu persembahan seluruh hidup bagi Tuhan.
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya (Mark 12:43-44)
6. Tuhan adalah Tuhan yang peduli dan menjamin sepenuhnya hidup orang yang percaya kepadaNya
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan (Mal 3:10)
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6:26)
Kiranya pemaparan ini menjadi bahan renungan bagi kita semua, untuk mengevaluasi, seberapa jauh saya sudah belajar memberi yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan.

Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th.


END-GOD BLESS YOU 


MUJIZAT ITU NYATA DAN MASIH ADA





Setiap orang di dunia pasti menginginkan adanya mujizat yang datang dari atas. Banyak contoh misalnya orang yang sakit keras dan hampir tidak bisa disembuhkan selalu mengharapkan mujizat terjadi, di lain sisi, seseorang yang kondisi ekonominya hampir bangkrut berharap ada mujizat dari Tuhan dan ekonomi kembali pulih. Seseorang yang keluarganya broken home juga menginginkan adanya mujizat yang nyata dalam kehidupan keluarga.

Dalam kamus besar Mujizat artinya sebuah peristiwa / kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh akal manusia

Metode penelitian selalu berpikir : Rasional, Empiris, Sistematis. Inilah cara berpikir sesuai logika rasio yang diajarkan kepada kita semua, itulah sebabnya banyak orang yang tidak percaya lagi kepada Mujizat-mujizat dalam Alkitab, tidak percaya lagi kepada Tuhan Yesus dan berpikir bahwa Ia hanya manusia biasa.

Prinsip Mujizat :

Percaya dulu baru Mengerti !
Mujizat masih ada !

Kita lihat banyak tokoh gereja yang juga mengalami mujizat: Contoh
  1. Abraham, Abraham adalah pahlawan iman yang mengalami mujizat dari Tuhan buktinya adalah Sara yang umurnya telah tua dan mandul, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan mujizat terjadi ; dimana waktu Sara umur 90 tahun, ia dapat hamil. Ini menunjukkan mujizat masih nyata.
  2. Hana, Hana adalah ibu Samuel ; seorang wanita yang dimadu oleh suaminya dan istri keduanya selalu mengolok-olok dan mengatakan mandul pada Hana, ia sangat sedih tapi ia percaya mujizat masih terjadi, dia berdoa dengan sungguh-sungguh dan hasilnya ia mendapat anak dan menepati janjinya untuk memberikan anaknya pada Tuhan. Di samping itu banyak tokoh-tokoh Alkitab lainnya yang mengalami mujizat diantaranya Rahel, Ribka, dll. 
Bicara tentang Mujizat, Mujizat adalah campur tangan Tuhan dan jawaban yang terbaik dari doa yang kita naikan. 

Yakobus 5: 16 berkata” Doa orang benar bila didoakan akan sangat besar kuasanya…” 
Ini adalah satu janji dari Tuhan, apabila kita berdoa dengan sungguh kepada Tuhan maka mujizat akan terjadi, pemulihan akan terjadi.

Akan tetapi mujizat tidak selalu diartikan kesembuhan atau kesuksesan, mujizat adalah jawaban Tuhan yang terindah yang Tuhan berikan walau tidak sesuai dengan harapan kita. Tidak semua doa kita dijawab sesuai keinginan kita , akan tetapi doa orang benar bila didoakan akan sangat besar kuasanya.

Ada kalanya kita tidak mendapat jawaban doa dikarenakan ada beberapa faktor:

  1. Ada kebencian atau dendam dalam hati kita pada orang lain.
    Kalau kita berdoa, meminta sesuatu tapi masih ada dendam maka tentulah Tuhan tidak akan menjawab karena Tuhan tidak mau kita menyimpan sesuatu yang buruk pada orang lain.
  2. Karena kita masih ragu akan pertolongan Tuhan dan kuasa Tuhan.
    Sering kali kita berpikir apa ya Tuhan bisa menyelesaikan masalah kita… sedang masalah kita berat dan sepertinya Tuhan tidak mampu menyelesaikan masalah kita sehingga yang muncul adalah doa kita tidak dijawab oleh Tuhan…Dalam Injil, dikatakan jika kita punya iman sebesar biji sesawi saja kita bisa memindahkan gunung…. Maksud dari kalimat ini adalah kalau kita mau berdoa, doakan dengan penuh iman dan keyakinan, walaupun itu berat percayalah bahwa Tuhan akan menyelesaikan untuk kita dan mujizat pasti terjadi. 
  3. Kita tidak menyerahkan beban kita pada Tuhan.
    Matius 11:28 mengatakan” Marilah kepadaku, hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan memberi kelegaan kepadamu” Ketika masalah berat, datanglah pada Tuhan serahkan semua pergumulan kita pada Tuhan dan Tuhan akan menjawab doa kita…Doa dapat mengubah segala sesuatu dan mujizat pasti terjadi jika kita selalu bersandar pada Tuhan dan berserah padaNya , jangan pernah ragu dan yakinlah mujizat akan terjadi dan itu akan terjadi.
Waktu menurut Alkitab ada 2 :
1. Kronos : Waktu manusia (yang akan berpikir sudah terlambat)
2. Kairos : Waktu Tuhan (yang tidak pernah terlambat)

"JADILAH ORANG PERCAYA YANG SABAR MENUNGGU KAIROS"


Prinsip Mujizat :
1. Mujizat terjadi supaya kita belajar Percaya ditengah segala kesulitan yang terjadi (Yohanes 11:15) 
Dua Model Belajar:
a. Greek Model (the classroom model, academic, passive, theoretical). Berapa pintar kita tahu dan belajar tentang teori, ayat-ayat Alkitab? Hasilnya 10%
b. Hebrew Model (the coach model, relational, experiential, on the job training). Belajar dari pengalaman. Hasilnya 90% efektif.

Gereja Korea Selatan dulu dibangun atas darah martir-martie yang dianiaya, setelah bertumbuh demikian besar, Korea Selatan ditahun 1990an bahkan sampai mengalami penurunan, penyebabnya:
a. Masyarakat hidup makmur
b. Negara memberi angin segar kepada Kekristenan di Korea sehingga tidak ada penganiayaan.

Oral Roberts ketika kecil gagap dan sakit paru-paru, tapi orang tuanya orang yang beriman, ia selalu dibawa ke semua tempat KKR. Ketika disuatu KKR ia didoakan dan tiba-tiba melompat dari kursi dan berkata, "Saya disembuhkan dan tidak gagap lagi" Ia menerima mujizat dari Tuhan.
Mujizat terjadi supaya kita belajar Percaya ditengah segala kesulitan yang terjadi (Yohanes 11:15)

2. Mujizat terjadi karena Ketaatan kepada Tuhan Yesus (Yohanes 11 : 40) 
Kalo orang tidak mengerti saat ini, bukan brarti mujizat tidak ada. Kalau Tuhan menyuruh sesuatu, percaya dan lakukan saja meskipun tidak masuk di logika kita. Nanti di akhirnya baru kita akan mengerti.

Ingat prinsip mujizat, "Percaya dulu baru Mengerti..."

(Ibrani 11 : 1) "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."

Rev. Kurapati dari india, tinggal di suatu desa, desanya cuma ada sedikit orang Kristen, orang Kristen tidak dikasih air buat ladangnya, ladangnya gagal panen .. Ia berdoa, TUHAN suruh ambil air seember, lalu doakan air di ember itu, lalu ladangnya bisa menghasilkan panen 4 x lipat dibanding ladang orang-orang biasa. Inilah mujizat Tuhan karena ketaatan Rev. Kurapati. 

Sabar dan tunggu Kairos Tuhan.


3. Mujizat terjadi karena kemuliaan Tuhan Yesus harus dinyatakan 
(Yohanes 11:42) "... supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
Mujizat harus terjadi atas motivasi yang benar dan tulus, yaitu untuk memuliakan nama Tuhan.

Berdoalah, berkatilah keluarga, usaha anda dengan "koma" .....supaya Tuhan Yesus dipermuliakan.



END - GOD BLESS YOU


DASAR DASAR IMAN

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6).
Sebagai orang percaya, iman kita dibangun di atas fondasi keberadaaan Allah, dan perlakuanNya terhadap orang yang mencariNya berbeda dengan perlakuanNya terhadap orang yang tidak mencariNya. Segera setelah benar-benar mempercayai kedua hal itu, kita mulai menyenangkan Allah, karena kita segera mencariNya. Makna dari mencari Allah adalah (1) mempelajari kehendakNya, (2) menaatiNya, dan (3) percaya janji-janjiNya. Ketiga makna itu hendaknya menjadi komponen perjalanan kita sehari-hari.
Bab ini berfokus pada perjalanan iman kita. Tetapi, banyak orang hanya mengutamakan iman pada titik ekstrim yang tidak Alkitabiah, terutama mengutamakan kemakmuran materi. Karena itulah, sebagian orang ingin sekali melakukan pendekatan kepada pokok masalah itu. Hanya karena beberapa orang tenggelam di sungai bukanlah alasan kita untuk berhenti minum air. Kita bisa tetap bersikap seimbang dan mengutamakan Alkitab. Alkitab memiliki banyak hal untuk diajarkan mengenai pokok persoalan di atas, dan Allah ingin kita untuk menguji iman kita dalam banyak janjiNya.
Yesus memberi contoh orang yang beriman kepada Allah, dan Ia mengharapkan murid-muridNya untuk meneladaniNya. Demikian juga, pelayan pemuridan harus berupaya untuk menjadi teladan kesetiaan dalam Tuhan, dan mengajarkan murid-muridnya untuk percaya kepada janji-janji Tuhan. Hal ini sangat penting. Kita mustahil menyenangkan Allah tanpa iman, dan juga mustahil menerima jawaban doa-doa tanpa iman (lihat Matius 21:22; Yakobus 1:5-8). Alkitab jelas mengajarkan bahwa orang yang ragu-ragu takkan mendapat berkat-berkat yang diterima oleh orang percaya. Yesus berkata, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya” (Markus 9:23).

Definisi Iman

Definisi iman menurut Alkitab terdapat dalam Ibrani 11:1:
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Dari definisi itu, kita pelajari beberapa karakter iman. Pertama, orang beriman mendapatkan jaminan atau kepercayaan diri. Iman berbeda dengan pengharapan, karena iman adalah “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan.” Pengharapan selalu memberi peluang kepada keraguan. Pengharapan selalu berkata “semoga.” Misalnya, saya dapat berkata, “Saya harap hari ini hujan sehingga kebunku akan terairi.” Saya ingin hujan turun, tetapi saya tidak yakin apakah hari ini hujan akan turun. Di lain pihak, iman selalu yakin, “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan.”
Hal yang disebut sebagai iman atau keyakinan sering bukanlah iman menurut definisi Alkitab. Misalnya, orang mungkin memperhatikan awan gelap di langit, dan berkata, “Saya percaya hari ini hujan akan turun.” Tetapi, ia tidak yakin pasti bahwa hujan akan turun —ia hanya berpikir ada peluang besar hujan mungkin akan turun. Ini bukanlah iman menurut Alkitab. Iman menurut Alkitab tidak mengandung unsur keraguan. Iman tak memberikan ruang bagi hasil apapun selain hal yang Tuhan sudah janjikan.

Iman adalah Bukti dari Segala Sesuatu yang Tidak Kita Lihat 

Definisi dalam Ibrani 11:1 juga menyatakan bahwa iman adalah “bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Dengan demikian jika kita bisa lihat sesuatu atau rasakan dengan panca indera kita, maka iman tidak diperlukan.
Jika seseorang berkata, “Karena beberapa alasan yang tak dapat saya jelaskan, saya beriman bahwa ada buku di tangan anda.” Anda tentu berpikir ada sesuatu yang tak beres dengan orang itu. Anda katakan, “Anda tak perlu percaya bahwa saya memegang buku di tangan saya, karena anda dapat melihat saya yang sedang memegang buku.”
Iman bukanlah wilayah yang tak terlihat. Misalnya, ketika saya menulis kata-kata ini, saya percaya ada malaikat di dekat saya. Nyatanya, saya yakin akan hal itu. Bagaimana saya bisa begitu yakin? Apakah saya telah melihat malaikat? Tidak. Apakah saya telah merasakan atau mendengar malaikat terbang melintas? Tidak. Jika saya telah melihat, mendengar atau merasakan ada malaikat, maka saya tak harus percaya ada malaikat di dekat saya —saya tahu hal itu.
Jadi apa yang membuat saya sangat yakin akan kehadiran malaikat? Keyakinanku berasal dari salah satu janji Allah. Dalam Mazmur 34:8, Ia berjanji, “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” Saya tidak punya bukti untuk kepercayaan saya selain Firman Tuhan. Inilah iman sejati menurut Alkitab —“bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Orang-orang di dunia sering memakai ungkapan, “Lihat dulu baru percaya.” Tetapi dalam kerajaan Allah, berlaku hal sebaliknya: “Percaya dulu baru melihat.”
Saat kita imani salah satu janji Allah, seringkali muncul keadaan yang menggoda kita untuk merasa ragu, atau kita melewati waktu ketika keadaan tampak seolah-olah Allah tak memenuhi janjiNya karena keadaan kita tak berubah. Dalam keadaan demikian, kita perlu melawan rasa ragu, menjaga dengan iman, dan tetap yakin di dalam hati bahwa Allah selalu memenuhi janjiNya. Tak mungkin Allah berdusta (lihat Titus 1:2).

Cara Kita Mendapatkan Iman

Karena iman didasarkan pada janji-janji Allah, hanya ada satu sumber untuk iman yang Alkitabiah --Firman Tuhan. Roma 10:17 berkata, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17, tambahkan penekanan). Firman Tuhan mengungkapkan kehendakNya. Hanya dengan mengetahui kehendak Tuhan, kita dapat mempercayainya.
Jadi, jika anda ingin memiliki iman, dengarkan (atau bacalah) janji-janji Allah. Iman tidak datang hanya dengan berdoa dan berpuasa untuk mendapatkannya, atau menyuruh orang menumpangkan tangan bagi anda untuk memindahkan iman itu. Iman hanya datang dari pendengaran akan Firman Tuhan, dan di saat anda mendengarnya, anda masih harus membuat keputusan untuk mempercayainya.
Di luar konteks mendapatkan iman, iman kita dapat juga tumbuh makin kuat. Alkitab menyebutkan berbagai tingkatan iman —dari iman yang kecil kepada iman sebesar memindahkan gunung. Iman bertumbuh makin kuat ketika dipupuk dan diterapkan, seperti halnya otot manusia. Kita harus terus memupuk iman kita dengan merenungkan Firman Tuhan. Kita harus terapkan iman dengan bertindak dan bereaksi terhadap segala sesuatu sesuai Firman Tuhan. Ini termasuk saat-saat ketika kita menghadapi berbagai masalah, kekuatiran dan kegelisahan. Allah tidak ingin anak-anakNya kuatir tentang apapun, tetapi sebaliknya mempercayakanNya dalam setiap situasi (lihat Matius 6:25-34; Filipi 4:6-8; 1 Petrus 5:7). Tidak kuatir adalah satu cara agar kita dapat menerapkan iman kita.
Jika kita benar-benar percaya perkataan Allah, kita akan bertindak dan berbicara seolah-olah perkataan itu benar. Jika anda percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, maka anda akan bertindak dan berbicara seperti itu. Jika anda percaya bahwa Allah akan menyediakan semua keperluan anda, anda akan bertindak dan berbicara seperti itu. Jika anda percaya bahwa Allah mau anda tetap sehat, anda akan bertindak dan berbicara seperti itu. Alkitab berisi banyak contoh orang yang, di tengah keadaan tak menyenangkan, bertindak dengan imannya kepada Allah dan akibatnya mereka mengalami mujizat. Kita perhatikan beberapa contoh dalam bab ini dan bab tentang kesembuhan ilahi. (Untuk beberapa contoh, lihat 2 Raja-Raja 4:1-7; Markus 5:25-34; Lukas 19:1-10; dan Kisah Para Rasul 14:7-10).

Iman berasal dari Dalam Hati

Iman menurut Alkitab tak berfungi di dalam pikiran kita, tetapi di dalam hati kita. Paulus menuliskan, “Karena dengan hati orang percaya” (Roma 10:10a). Yesus berkata,
Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. (Markus 11:23, tambahkan penekanan).
Sangat mungkin anda merasa ragu tetapi masih beriman di dalam hati dan menerima janji-janji Allah. Ternyata, sebagian besar waktu ketika kita berupaya mempercayai janji-janji Allah, maka pikiran kita akan diserang rasa ragu, dengan pengaruh panca-indera kita dan kebohongan Setan. Selama melewati waktu itu kita perlu mengganti pikiran yang meragukan janji-janji Allah dan beriman teguh tanpa pikiran yang terombang-ambing.

Kekeliruan Iman yang Lazim Terjadi 

Kadang-kadang ketika kita mencoba menerapkan iman kepada Allah, kita gagal menerima apa yang kita inginkan karena kita tidak memfungsikan iman menurut Firman Tuhan. Salah satu kekeliruan yang paling lazim muncul terjadi ketika kita mencoba mempercayai sesuatu yang Allah belum janjikan kepada kita.
Misalnya, tindakan suami-istri yang percaya kepada Allah yang sanggup memberi anak adalah sesuai Alkitab, karena Firman Tuhan berisi janji yang olehnya mereka dapat tetap bertahan. Saya kenal pasangan suami-istri yang, menurut dokter, tak akan bisa punya anak. Tetapi, mereka memilih percaya kepada Allah, dan berdiri atas dua janji yang disebutkan di bawah ini, dan kini keduanya memiliki anak-anak yang sehat:
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. Tidak akan ada di negerimu perempuan yang keguguran atau mandul. Aku akan menggenapkan tahun umurmu. (Keluaran 23:25-26).
Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu. (Ulangan 7:14).
Janji-janji itu pasti memberi dorongan kepada pasangan yang belum punya anak! Tetapi, mencoba percaya secara khusus akan mendapatkan anak adalah kisah lainnya. Dalam Alkitab tidak ada janji khusus yang menyatakan kepada kita sehingga kita dapat menentukan jenis kelamin anak nanti. Kita harus tetap di dalam batas-batas Alkitab jika kita mau iman kita dapat berfungsi. Kita hanya mempercayai Allah untuk mendapatkan janjiNya kepada kita.
Perhatikan janji Firman Tuhan, lalu tentukan keyakinan kita berdasarkan janji itu:
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. (1 Tesalonika 4:16)
Berdasarkan ayat itu, kita percaya bahwa Yesus akan kembali.
Tetapi, dapatkah kita berdoa, meyakini bahwa Yesus akan kembali besok hari? Tidak, karena penegasan ayat Alkitab di atas dan tak ada janji lain dalam Alkitab bagi kita. Nyatanya, Yesus berkata bahwa tak seorangpun tahu hari dan jam kedatanganNya.
Sudah tentu, kita dapat berdoa sambil berharap Yesus akan kembali besok, tetapi tak ada jaminan hal itu akan terwujud. Ketika berdoa dengan iman, yakinlah apa yang kita doakan akan terjadi karena kita memiliki janji Allah atas iman kita.
Berdasarkan ayat Alkitab yang sama, kita percaya bahwa tubuh setiap orang percaya yang telah meninggal akan dibangkitkan kembali ketika Yesus datang. Tetapi bisakah kita beriman sehingga kita, yang masih hidup ketika Kristus kembali, akan menerima tubuh yang dibangkitkan kembali di saat yang sama dengan yang diterima oleh “orang-orang yang mati dalam Kristus”, atau mungkin bahkan sebelum mereka terima? Tidak, karena ayat Alkitab itu menjanjikan hal berbeda: “orang-orang yang mati dalam Kristus akan bangkit lebih dulu.” Nyatanya, ayat berikut berkata, “sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.” (1 Tesalonika 4:17). Jadi, “orang-orang yang mati dalam Kristus” akan menjadi yang pertama yang menerima tubuh yang dibangkitkan kembali ketika Yesus kembali. Firman Tuhan menjanjikan demikian.
Jika kita percaya Allah untuk mendapatkan sesuatu, kita harus yakin kehendak Tuhan bagi kita untuk menerima apa yang kita mau. Kehendak Tuhan hanya dapat ditentukan dengan menguji janji-janjiNya yang terdapat dalam Alkitab.
Iman bekerja dengan cara yang sama dalam ranah alami. Anda akan dianggap bodoh bila percaya bahwa saya akan berkunjung ke rumah anda besok siang jika saya belum berjanji untuk melakukan kunjungan itu.
Iman, tanpa janji sebagai panutan, bukanlah iman —itu kebodohan. Jadi, sebelum anda minta sesuatu dari Allah, tanya diri anda dahulu —ayat mana dalam Alkitab yang memberikan janji kepada saya tentang apa yang saya inginkan? Jika anda tidak memiliki janji, maka anda tak punya dasar atas iman anda.

Kesalahan Umum Kedua

Banyak kali orang Kristen mencoba mempercayai salah satu janji Allah agar menjadi nyata dalam kehidupannya tanpa memenuhi semua syarat yang menyertai janji itu. Misalnya, saya mendengar ada orang Kristen yang mengutip Mazmur 37 dan berkata: “Alkitab berkata bahwa Allah akan memberikan kepadaku apa yang diinginkan hatiku. Itulah yang kupercayai.”
Tetapi, Alkitab tidak hanya berkata bahwa Allah akan memenuhi keinginan hati kita. Berikut ini perkataan sebenarnya:
Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. (Mazmur 37:1-5).
Beberapa syarat harus dipenuhi jika kita percaya bahwa Allah akan memenuhi keinginan hati kita. Faktanya, saya hitung ada delapan syarat dalam janji di atas. Jika tidak memenuhi syarat-syarat itu, kita tak berhak menerima berkat yang dijanjikan. Iman kita tak memiliki dasar.
Orang Kristen juga suka mengutip janji dalam Filipi 4:19: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Tetapi, apakah ada persyaratan terhadap janji itu? Sudah pasti.
Jika anda periksa konteks janji dalam Filipi 4:19, anda akan temukan bahwa bukanlah janji yang diberikan kepada semua orang Kristen. Sebaliknya, janji itulah yang disampaikan kepada orang Kristen yang adalah pemberi itu sendiri. Paulus tahu Allah akan memenuhi semua kebutuhan jemaat Filipi karena mereka baru saja mengirimkannya persembahan. Karena mereka mencari lebih dahulu Kerajaan Allah seperti perintah Yesus, Allah akan memenuhi semua kebutuhan mereka, seperti janji Yesus (lihat Matt 6:33). Banyak janji dalam Alkitab, terkait dengan tindakan Allah dalam memenuhi kebutuhan materi kita, memberikan syarat agar kita lebih dulu menjadi orang yang suka memberi.
Tidaklah patut kita berpikir bahwa kita mempercayai Allah demi memenuhi kebutuhan kita jika kita tidak menaati perintah-perintahNya dalam hal uang kita. Sesuai perjanjian lama itu, Allah berkata kepada umatNya bahwa mereka dikutuk karena menahan perpuluhan, tetapi Ia berjanji kepada mereka jika mereka taat memberi perpuluhan dan persembahan (lihat Maleakhi 3:8-12).
Banyak berkat yang dijanjikan bagi kita dalam Alkitab tergantung pada ketaatan kita kepada Allah. Karena itu, sebelum kita mempercayai Allah untuk mendapatkan sesuatu, kita lebih dulu harus bertanya: “Apakah saya memenuhi syarat yang menyertai janji itu?”

Kesalahan Umum Ketiga

Dalam Perjanjian Baru, Yesus menyatakan syarat yang berlaku setiap kali kita berdoa dan memohonkan sesuatu:
Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:22-24, tambahkan penekanan).
Syarat yang Yesus nyatakan adalah keyakinan bahwa kita telah menerima ketika kita berdoa. Banyak orang Kristen keliru mencoba menerapkan imannya dengan meyakini bahwa mereka telah menerima ketika mereka melihat jawaban atas doa mereka. Mereka percaya akan menerima dan bukannya mereka telah menerima.
Ketika kita meminta sesuatu dari Allah yang telah dijanjikanNya kepada kita, kita harus percaya kita menerima jawaban ketika kita berdoa dan mulai mengucap syukur kepada Tuhan atas jawaban doa nanti. Kita harus percaya bahwa kita telah mendapat jawaban sebelum kita melihatnya dan bukan setelah kita melihatnya. Kita harus memohon kepada Allah dengan ucapan syukur, seperti yang ditulis oleh Paulus:
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6).
Seperti saya sebutkan sebelumnya, jika kita beriman di dalam hati, biasanya kata-kata dan tindakan kita akan selaras dengan keyakinan kita. Yesus berkata, “…. yang diucapkan mulut meluap dari hati.” (Matius 12:34).
Beberapa orang Kristen melakukan kesalahan dengan berkali-kali meminta hal yang sama, yang mengungkapkan mereka belum percaya bahwa mereka telah menerima. Jika kita percaya bahwa kita telah menerima ketika kita berdoa, maka tak perlu mengulang-ulang permohonan yang sama. Meminta berkali-kali untuk hal yang sama adalah wujud keraguan bahwa Allah mendengarkan kita ketika pertama kali kita meminta.

Tidakkah Yesus Melakukan Permohonan yang Sama Lebih dari Sekali? 

Yesus tentu saja membuat permohonan yang sama tiga kali dalam satu waktu ketika Ia berdoa di Taman Getsemani (lihat Matius 26:39-44). Ingat bahwa Ia tidak berdoa dalam iman menurut kehendak Allah. Nyatanya, ketika Ia berdoa tiga kali untuk mendapatkan kesempatan demi menghindari penyaliban, Ia tahu permohonanNya berbeda dengan kehendak Tuhan. Itu sebabnya Ia menyerahkan diriNya kepada kehendak BapaNya tiga kali dalam doa yang sama.
Doa yang sama dari Yesus sering digunakan secara keliru sebagai model bagi semua doa, seperti diajarkan oleh sebagian orang bahwa kita harus selalu mengakhiri setiap doa dengan kata-kata, “Jika itu kehendakMu”, atau “Bukan kehendakKu tetapi kehendakMu yang jadi”, mengikuti teladan Yesus.
Jadi harus diingat bahwa Yesus membuat permohonan yang, Dia tahu, bukan kehendak Allah. Mengikuti teladanNya itu ketika kita berdoa menurut kehendak Tuhan adalah keliru dan menunjukkan kurangnya iman. Misalnya, untuk berdoa, “Tuhan, saya mengaku dosa kepadaMu dan memohon Engkau mengampuni saya jika itu kehendakMu”, berarti bahwa hal itu bisa saja bukan kehendak Tuhan untuk mengampuni dosa saya. Sudah tentu, kita tahu bahwa Alkitab berjanji bahwa Allah akan mengampuni jika kita mengaku dosa-dosa kita (lihat 1 Yohanes 1:9). Jadi, dosa itu mengungkapkan kurangnya iman seseorang kepada kehendak Allah.
Yesus tidak mengakhiri setiap doa dengan kata-kata, “Tetapi bukan kehendakKu, tetapi kehendakMu yang jadi.” Hanya ada satu contoh doaNya dengan cara itu, dan ketika Ia Sendiri berkomitmen untuk melakukan kehendak BapaNya, dan tahu penderitaan yang Ia jalani oleh karena itu.
Di lain pihak, bila kita tidak tahu kehendak Tuhan dalam situasi tertentu karena Ia belum mengungkapkannya, maka kata-kata yang layak untuk mengakhiri doa kita, “Jika itu kehendakMu.” Yakobus menulis,
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. (Yakobus 4:13-16).
Apa yang harus kita lakukan ketika kita buat permohonan sesuai janji Tuhan dan memenuhi semua syarat? Kita harus terus bersyukur kepada Tuhan atas jawaban yang kita yakin telah kita terima sampai hal itu terwujud. Melalui iman dan kesabaran kita mewarisi janji-janji Allah (Ibrani 6:12). Setan tentunya coba mengalahkan kita dengan mengirimkan keraguan, dan kita harus sadari bahwa pikiran kita adalah medan perang. Ketika perasaan ragu menyerang pikiran kita, kita perlu menggantinya dengan pikiran berdasarkan janji-janji Allah dan menyebut Firman Tuhan dengan iman. Ketika kita lakukan, Setan pasti lari (lihat Yakobus 4:7; 1 Petrus 5:8-9).

Contoh Iman yang Bekerja

Contoh klasik dalam Alkitab tentang iman yang bekerja adalah kisah Petrus berjalan di atas air. Kita baca kisahnya dan pahami pelajaran apa yang didapa dari kisah itu.
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri . Ketika hari sudah malam, Ia sendiri an di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (Matius 14:22-33).
Perlu dicatat, suatu waktu murid-murid Yesus dalam perahu terjebak oleh badai angin di Danau Galilea (lihat Matius 8:23-27). Selama kejadian itu, Yesus sudah bersama-sama dengan mereka, dan setelah Ia menenangkan badai angin dengan hardikanNya, Ia lalu menegur murid-muridNya karena tidak punya iman. Sebelum mereka memulai perjalanan, Ia telah berkata bahwa Ia mau mereka untuk menyeberang ke sisi lain di danau itu (lihat Markus 4:35). Tetapi, ketika angin ribut muncul, mereka lebih yakin akan keadaan-keadaan sekitar, dan pada satu titik mereka yakin mereka akan segera mati. Paling kurang, Yesus mengharapkan mereka untuk tidak kuatir.
Tetapi, kali ini Yesus mengutus mereka melintasi Danau Galilea. Tentu Ia dipimpin oleh Roh untuk melakukan demikian, dan pasti Allah tahu bahwa malam itu akan muncul angin yang menghadang perahu mereka. Jadi Tuhan izinkan mereka menghadapi tantangan kecil bagi iman mereka. Karena hadangan angin itu, perjalanan yang biasanya ditempuh dalam beberapa jam memakan waktu semalam penuh. Kita harus akui daya-tahan murid-murid, tetapi kita heran jika salah seorang dari mereka memiliki iman untuk meredakan angin ribut, satu hal yang telah mereka lihat ketika Yesus melakukannya beberapa hari sebelumnya. Yang menarik, Injil Markus menulis bahwa ketika Yesus datang berjalan di atas air ke arah mereka, “Ia hendak melewati mereka” (Markus 6:48). Ia hampir meninggalkan mereka sehingga mereka menghadapi masalah sendiri ketika secara ajaib Ia mengikuti mereka! Dengan begitu, tampaknya mereka tidak berdoa atau mencari Allah. Saya heran berapa kali Sang Pembuat-Mujizat mengikuti kita ketika kita bersusah payah mengayuh dayung kehidupan melawan angin kesukaran.

Prinsip-prinsip Iman

Yesus menjawab tantangan Petrus dengan satu kata: “Kemarilah.” Jika Petrus berusaha berjalan di atas air sebelum perkataan itu, ia pasti langsung tenggelam, karena ia tak punya janji sebagai dasar imannya. Ia mungkin melangkah dengan praduga bukannya dengan iman. Demikian juga, bahkan setelah Yesus melontarkan ucapanNya, bila murid lainnya mungkin mencoba berjalan di atas air, ia juga pasti segera tenggelam, ketika Yesus memberikan janjiNya hanya kepada Petrus. Tak satupun dari mereka bisa memenuhi syarat dari janji tersebut, karena tak satupun dari mereka adalah Petrus. Demikian juga, sebelum kita mempercayai salah satu janji Allah, yakinlah bahwa janji itu berlaku bagi kita dan kita memenuhi syarat janji itu.
Petrus keluar dari perahu dan berjalan di atas air. Saat itulah ia percaya, walaupun dia berteriak karena takut melihat hantu beberapa detik sebelumnya, juga dia ragu-ragu ketika ia mengambil langkah pertama. Tetapi untuk menerima mujizat, ia harus bertindak dengan imannya. Seandainya ia memegang tiang perahu dan menurunkan ujung kakinya ke samping perahu untuk mengetahui apakah air dapat menahan berat tubuhnya, ia tak akan pernah mengalami mujizat. Demikian juga, sebelum kita menerima mujizat, kita harus benar-benar percaya kepada janji Allah pada satu saat, lalu bertindak atas apa yang kita yakini. Ada saatnya iman kita diuji. Terkadang waktu itu singkat; terkadang lama. Tetapi akan ada saatnya ketika kita harus mengesampingkan akal pikiran kita dan bertindak dengan Firman Tuhan.
Petrus mulanya berjalan maju dengan baik. Tetapi ketika ia berpikir kemustahilan dari apa yang sedang dilakukannya, dengan melihat angin dan ombak, ia jadi takut. Mungkin ia berhenti berjalan, takut membuat langkah berikut. Dan barangsiapa yang telah mengalami mujizat mendapati dirinya sedang tenggelam. Kita harus tetap teguh dalam iman ketika kita sudah memulainya, dengan bertindak di atas iman kita. Tetaplah maju.
Petrus tenggelam karena ia ragu. Seseorang sering tak suka menyalahkan dirinya sendiri karena kurangnya iman. Sebaliknya ia menyalahkan Tuhan. Tetapi bagaimana, menurut anggapan anda, reaksi Yesus jika Ia mendengarkan Petrus, ketika ia kembali dengan aman ke dalam perahu, dengan berkata kepada murid-murid lain, “Sungguh hanya oleh kehendak Tuhan bagiku untuk menempuh setengah jarak ke arah Yesus”?
Petrus gagal karena ia menjadi takut dan kehilangan imannya. Itu faktanya. Yesus tidak mengecamnya, tetapi segera mengulurkan tanganNya untuk memberi pegangan yang teguh. Dan Ia segera bertanya kepada Petrus mengapa ia ragu. Petrus tak punya alasan untuk ragu, karena Firman dari Anak Tuhan lebih pasti dari apapun. Kita tak pernah punya alasan yang tepat untuk meragukan Firman Tuhan, merasa takut atau kuatir.
Alkitab penuh dengan contoh kemenangan sebagai hasil dari iman dan kegagalan sebagai hasil dari keraguan. Yosua dan Kaleb menduduki Tanah Perjanjian oleh karena iman mereka selagi sebagian besar orang sezaman mereka mati di padang belantara oleh karena keraguan mereka (lihat Bilangan 14:26-30). Murid-murid Yesus mendapat pasokan kebutuhan ketika mereka pergi berdua-dua untuk memberitakan Injil (lihat Lukas 22:35), namun mereka pernah gagal mengusir roh jahat karena tak yakin (lihat Matius 17:19-20). Banyak orang menerima mujizat kesembuhan melalui pelayanan Kristus sedangkan orang-orang sakit di kotaNya Nazareth tidak sembuh karena tidak percaya (lihat Markus 6:5-6).
Seperti mereka semua, saya pribadi mengalami keberhasilan dan kegagalan menurut iman atau keraguan saya. Tetapi saya tidak akan bersedih atas kegagalan saya atau menyalahkan Allah. Saya tak akan membenarkan diri saya dengan mengecamNya. Saya tak akan mencari penjelasan teologis yang rumit untuk menemukan kembali ungkapan kehendak Allah. Saya tahu, mustahil kalau Allah berdusta. Sehingga ketika saya gagal, saya bertobat dari ketidakpercayaan saya dan mulai berjalan di atas air sekali lagi. Saya perhatikan, Yesus selalu mengampuni saya dan menyelamatkan saya agar tidak tenggelam!
Keputusan diambil: orang percaya diberkati; orang ragu tidak diberkati! Pelayan pemuridan mengikuti teladan Yesus. Ia sendiri memiliki iman penuh, dan ia mengingatkan murid-muridnya, “Percayalah kepada Allah!” (Markus 11:22).




END - GOD BLESS YOU

KUASA DOA



Luar biasa Kuasa Doa itu
Mengapa kita orang Kristen perlu berdoa? Karena didalam kita berdoa ada kuasa yang terjadi, contohnya:

1. Masalah kita bisa diselesaikan, 
2. Sakit kita bisa disembuhkan,
3. Jalan yang tertutup bisa dibuka,
4. dll, Banyak manfaat dari kita berdoa.





Berikut ini pengertian dari kuasa Doa:
1.Tuhan yang Mahakuasa dapat melakukan apa saja, tidak ada yang mustahil bagi Dia.
   Firman : - (Lukas 1:37) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

2.Tuhan Allah yang Mahakuasa mengundang umat-Nya untuk berdoa kepada-Nya. 
   Firman : - (Lukas 18:1) Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk 
                    menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu,
                 - (Filipi 4:6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi 
                    nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan 
                    permohonan dengan ucapan syukur,
                 - (Yakobus 1:6) Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan 
                    bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang 
                    diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.
                 - (Matius 6:10) Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti 
                    disorga.
                 - (Yohanes 14:13-14) dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan 
                    melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu 
                    meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.
                 - (Yakobus 5:16) Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling 
                    mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin 
                    didoakan, sangat besar kuasanya.

3. Tuhan Allah yang Mahakuasa mendengar doa-doa anak-anak-Nya. Dia memerintahkan 
    kita untuk berdoa, dan Dia berjanji untuk mendengarkan ketika kita berdoa.
    Firman : - (Mazmur 18:7) Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, 
                     kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari 
                     bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. 

4. Tuhan Allah yang Mahakuasa menjawab doa. 
    Firman : - (Mazmur 17:6) Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya 
                     Allah; sedengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
                  - (Mazmur 34:18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN 
                     mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” .

Ide populer lainnya adalah bahwa kadar iman kita menentukan apakah Allah akan menjawab doa-doa kita atau tidak. Namun kadang Allah menjawab doa kita sekalipun kita tidak beriman. Dalam "Kisah Para Rasul 12", gereja berdoa agar Petrus dibebaskan dari penjara (ayat 5), dan Allah menjawab doa mereka (ayat 7-11). Petrus datang ke tempat di mana kebaktian doa diadakan dan mengetuk pintu, namun orang-orang yang berdoa menolak untuk percaya bahwa itu benar-benar adalah Petrus. Mereka berdoa agar dia dibebaskan, namun tidak mengharapkan jawaban doa mereka.


Kuasa doa tidak mengalir dari kita; tidak ada kata-kata khusus yang kita ucapkan atau cara khusus mengucapkannya atau bahkan berapa sering kita mengatakannya. Kuasa doa bukan berdasarkan ke mana kita menghadap ketika berdoa atau posisi tertentu dari badan kita. Kuasa doa bukan datang dari artefak atau ikon atau lilin atau rosario. Kuasa doa datang dari Dia yang Mahakuasa yang mendengar doa kita dan menjawabnya. Doa menghubungkan kita dengan Allah yang Mahakuasa, dan kita harus mengharapkan hasil yang luar biasa, baik Dia mengabulkan permohonan kita atau tidak. Apapun jawaban atas doa, Allah yang kepadaNya kita berdoa adalah sumber dari kuasa doa, dan Dia bisa serta akan menjawab kita, seturut kehendak dan waktu-Nya yang sempurna.




END - GOD BLESS YOU

DOA PUASA MENURUT ALKITAB



BIOGRAFI SINGKAT
BILL BRIGHT.
 Wiliam R. “Bill” Bright (19 Oktober 1921 – 19 Juli 2003) adalah pendiri dari Campus Crusade for Christ, yang dikenal dengan “4 Hukum Rohani” (1954). Di Indonesia dikenal dengan nama Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI), terutama dengan pemutaran / penayangan film khusus tentang Yesus Kristus (sejak 1979) dan pelatihan tentang “4 Hukum Rohani”.
Beliau lahir di Coweta, Oklahoma, USA. Lulus dari Norteastern State University, Tahlequah, Oklahama. Setelah itu Bill Bright berhasil meraih 5 gelar doctor kehormatan dan medali penghargaan Templeton Prize (1996). Buku biografi beliau ditulis oleh Michael Richarson dengan judul “Iman yang menakjubkan”, dengan kata pengantar oleh Dr. Billy Graham.Salah satu karya bapak Bill Bright yang bermutu adalah tentang Doa-Puasa yang kami cuplik berikut ini.
DEREK PRINCE.
 Nama lengkap beliau adalah Peter Derek Vaughan Prince. Lahir di Bangalore, India, pada 14 Agustus 1915. Orang tuanya berasal dari Inggris. Derek Prince memiliki kelebihan dalam pemahaman tentang bahasa. Ia mulai belajar bahasa Latin di usia 9 tahun dan belajar bahasa Yunani saat usia 10 tahun. Dan dikala ia berusia 12 tahun, Derek prince telah berhasil menterjemahkan ayat-ayat Firman Allah (Alkitab) ke dalam kedua bahasa tersebut, Latin dan Yunani. Ini benar-benar Talente Roh Kudus yang luar biasa !
Pada bulan Juli 1941 (26 tahun) Derek Prince dijumpai secara khusus dan pribadi oleh Yesus Kristus. Sejak saat itu pemahamannya tentang kekristenan berubah total. “Kesimpulannya adalah”, kata Derek Prince. “Pertama, Yesus Kristus itu hidup. Kedua, Alkitab adalah benar, relevan dan up to date.”
Di usia 14 tahun, ia telah masuk Perguruan Tinggi di Eton College (tahun 1929). Ayahnya adalah seorang Kolonel Angkatan Darat. Derek Prince menikah dengan Lydia Christensen (Denmark) pada pertengahan tahun 1940.
Pada tahun 1975 Lydia dipanggil pulang oleh Bapa di Sorga. Tiga tahun berikutnya, Derek menikah dengan Ruth Baker (Norwegia), yaitu ditahun 1978. Akhirnya, Ruth Baker dipanggil Bapa pada tanggal 29 Desember 1998 (20 Tahun pernikahan). Pelayanan beliau, Derek Prince Ministries (DPM) telah membuka 30 cabang diberbagai negara, seperti Selandia Baru, Afrika Selatan, Australia, Kanada, Inggris, Belanda, dll.
Derek Prince telah mengunjungi banyak negara dalam pelayanannya. Antara lain Rusia, Jerman, Kazakhstan, Hongaria, Afrika Selatan, Indonesia, Malaysia, Turki, Polandia, Bahrain, Kuba, Kolumbia, Swiss, Perancis, Portugal, India dan Inggris, negara asalnya sendiri.
Beliau telah menulis 50 buku, 8 buku diantaranya adalah tentang Doa Puasa. Kami mencuplik sedikit dari salah satu buku beliau.
Derek Prince kemudian dipanggil pulang oleh Bapa di Sorga pada tanggal 24 September 2003, dalam usia 88 tahun.
INTRODUKSI.
Sesungguhnya, adalah hal yang sangat aneh, apabila kita melakukan sesuatu, tapi kita tidak tahu dasar sebenarnya yang hakiki. Namun, memang begitulah kenyataannya.
Betapa banyaknya orang Kristen melakukan sesuatu kegiatan agama, tanpa mengerti mengapa hal itu dilakukan. Tentu kita semua sepakat, bahwa sumber kebenaran yang hakiki adalah Firman Allah, yang terangkum dalam sebuah buku, yaitu Alkitab (Yoh. 17:17 ; II Tim. 3:15,16). Oleh sebab itu, kiranya Tuhan yesus melalui Roh Kudus berkenan mengurapi dan mengaruniakan hikmat, agar kita mengerti isi Kitab Suci (Luk. 24:45). Terpujilah nama Tuhan.
Buku kecil ini disusun secara sederhana. Tujuannya, agar orang Kristen pemula / masih awam sekalipun, dapat memahaminya.
Adalah menjadi kerinduan dan doa, buku kecil ini dapat bermanfaat dan menjadi berkat bagi anda sekalian. Shalom!
I.          PENGERTIAN TENTANG DOA – PUASA.
Firman Allah mengajarkan, bahwa kita manusia adalah satu pribadi dengan tiga unsur, yaitu roh, jiwa dam tubuh (I Tes. 5:23). Para ahli menyebutkan “Trikotomi”. Jadi, sasaran puasa kita seharusnya juga ada tiga dan harus jelas, bila anda / saya berpuasa, untuk sasaran yang mana.
 A.       PUASA UNTUK JASMANI.
Ada saatnya, kita berpuasa terutama adalah untuk kepen-tingan tubuh. Bentuk ini disebut ‘diet’ (bukan di-eat!) Mengapa? Sebab tubuh kita adalah wadah / tempat bagi roh dan jiwa. Lebih dari itu. ‘rumah’ bagi Roh Allah (I Kor. 3:16).
Bila tubuh kita sakit, maka seluruh kehidupan kita terganggu (Ibadah, doa, bekerja, belajar, dsb). Jadi ikut tergendala!
Dengan bertambah majunya Ilmu Pengetahuan, maka fungsi tubuh yang sehat makin diutamakan. Bahkan sampai di pelosok / pedalamanpun saat ini orang sudah mendengar istilah Kholesterol, Hipertensi, Diabetes, Jantung Sehat, Aerobik, dsb.
Bahkan, pepatah para olahragawan mengatakan, bahwa : “Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat.”
Entah sampai di mana kadar kebenaran istilah ini. Tapi se-tidaknya, istilah ini lahir dengan tujuan yang baik. Kemudian muncul sebuah motto : ”Memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat.” Hingga akhirnya, orang bukan hanya memikirkan tentang ’makan enak’, tapi juga kalau perlu menghindari ’makan enak’ (= puasa), demi kesehatan fisik.
 B.       PUASA UNTUK JIWA.
Kita mengenal beberapa filsuf kondang Yunani. Salah satu di antaranya bernama Sokrates. Sokrates dikenal oleh sahabat-saha-batnya sebagai seorang yang selektif dalam menerima berita. Ia hanya mau yang benar, yang baik dan yang bermanfat. Akhirnya, teman-temannya itu mencetuskan suatu istilah ’Saringan Sokrates’. Namun kemudian, kami menemukan dalam Firman Tuhan sesuatu yang melebih ’Saringan Sokrates’ itu (Filipi 4:8).
Para ahli menyebutkan, bahwa jiwa manusia itu berbicara tentang pikiran, perasaan dan kemauan / kehendak. Beberapa yang lain memakai istilah yang lebih ’Elite’ : Intelgensi, Memori, Emosi dan Mentalitas. Jadi, apa yang dimaksud dengan ’puasa jiwani itu’? Watchman Nee memakai istilah ’Disiplin Mental’. Maksudnya, puasa jiwani ialah :
 Belajar mengekang pikiran.
Pikiran jangan dibiarkan terlalu lelah memikirkan hal-hal yang negatif dan juga jangan terlalu ’rakus’ – hingga hal-hal yang sebenarnya tak patut dipikirkan / merugikan / mengotori, dimasukkan semua dalam pikiran kita. Akhirnya, pikiran kita menjadi ’sakit’ – karena kena ’polusi’ atau ’terkontaminasi’.
  1. Prinsip yang sama juga berlaku untuk mendisiplinkan perasaan (tersinggung, kecewa, dst).
  2. Juga sama untuk mengekang kemauan yang seringkali tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Bacalah : Mzm. 116:5-8 ; Ams. 27:9 ; Mzm. 34:18,19.
 C.       PUASA UNTUK ROH.
Secara praktis, yang dimaksud puasa untuk rohani adalah mengurangi / menghentikan semua kegiatan aktivitas yang lain, demi kemajuan / kekuatan rohani kita.
Contoh :
-       Tinggalkan pesawat TV (walau acaranya sangat menarik), lalu masuklah kamar untuk berdoa. Lipatlah surat kabar / majalah anda, lalu bacalah Alkitab.
-       Batalkan rencana untuk ’cuci mata’ di Shoping Centre dan pergilah ke acara ’praise and worship’.
  1. Ada orang Kristen yang berpuasa dalam arti tidak makan dan tidak minum sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Ia menjadi begitu bangga akan ’prestasi’nya itu dan menjadi sangat ’sukacita’.
Namun, ternyata …… maaf …… yang rakus tetap rakus yang kikir tetap kikir dan yang pemarah tetap pemarah! Puasa seperti ini kelihatan sepintas sukses secara jasmani, tapi gagal untuk meningkatkan mutu / kondisi rohaninya! Puasa yang berhasil adalah : Melalui doa-doa puasa kita, yang kikir menjadi suka mem-beri, yang pemarah jadi sabar dan yang pendendam dapat memberi ampun.
Jangan sampai kita puas dengan ’prestasi’ lita tidak makan dan tidak minum sepanjang hari, tapi tidak terjadi perubahan apa-pun dalam karakteristik kita. (Renungkan : Mzm. 73:1-14, 16-24).
 II.        PUASA SECARA FISIK.
Ada beberapa hal tentang puasa secara fisik. Marilah kita lihat bersama.
 A.   BENTUK.
 1.    PUASA ’SUPRA NATURAL’.
Ul. 9:9,18.
-       Tidak makan dan tidak minum selama 40 hari dan 40 malam (sebanyak 2x).
-       Puasa Musa ini puasa ’Supra Natural’. Karena tidak mungkin manusia tidak makan dan tidak minum selama 40 hari dan 40 malam secara berturut-turut.
-       Tidak makan dan tidak minum selama 40 hari dan 40 malam (sebanyak 2x).
 2.    PUASA TOTAL.
Ester 4:15-17      –    Tidak makan dan tidak minum.
Yunus 3:7           –    Idem – bahkan sampai hewanpun!
 3.    PUASA TIDAK MAKAN.
Matius 4 :2,3       –    Setelah berpuasa, lapar (tidak haus!)
–    Cobaan iblis bukan air, tapi roti!
Catatan    :     Saat berpuasa, Yesus Kristus (Anak Allah) menjelma menjadi (benar-benar) manusia.
 4.    PUASA TIDAK MAKAN / MINUM ’SANTAPAN RAJA’.
Dan. 1:6-9, 14-16 ; 10:2.
-       Daniel dan ketiga sahabatnya berpuasa dengan mengekang diri : tidak makan / minum ’santapan raja’ (yang nikmat) erat kaitannya dengan ’diet’ ……
-       Ada gereja yang menganjurkan umatnya untuk berpuasa dengan jenis ini (mengekan diri).
Catatan : Orang yang lemah / sakit maag, dapat berpuasa memilih salah satu dari bentuk ke-3 atau ke-4. Juga bagi orang yang kerja keras / pekerjaan tidak dapat ditinggalkan.
Contoh : Kesaksian dari Cathrine Kuhlman tentang seorang bapak pekerja tambang batu bara yang anaknya sakit keras.
Ingat      : Tuhan bukan menilai ’prestasi’ tapi kemurnian motivasi kita dalam berpuasa.
 B.   LAMANYA BERPUASA.
Ada beberapa contoh tentang lamanya berpuasa dalam Alkitab.
  1. Ester 4:15-17   –    Tiga hari tiga malam. 
  2. Kis. 9:9              –    Tiga hari lamanya (Rasul Paulus).
  3. I Sam. 7:6         –    Berpuasa pada hari itu (= satu hari).
Catatan    : Jadi, tidak ada ketentuan tentang batasan waktu. Roh Kudus kiranya beri hikmat kepada kita semua.
 C.   BERPUASA AGAR TIDAK DIKETAHUI ORANG LAIN.
Mat. 6:6-18    –    Minyaki kepalamu dan basuhlah mukamu.
Mengapa?     –    Supaya tidak diketahui orang lain.
–    Agar berkat dari Bapa turun atas anda ……
Saran             :     Waktu berpuasa tidak ’jalan-jalan’ …… tapi banyak doa dan baca Alkitab / buku rohani di rumah masing-masing, kecuali untuk acara / pertemuan bersama mereka yang sama-sama doa puasa.
 D.   PUASA HARUS DENGAN DOA.
-       Doa tanpa puasa boleh / baik.
-       Tapi puasa tanpa doa tidak lebih dari ’diet’.
Dari sisi lain, puasa tanpa doa, sampai pada ’satu titik’, akan menjadi bahaya bagi roh / jiwa kita.
-       Doa merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan DIA (TUHAN) yang kita harapkan / kita imani, sedang puasa merupakan manivestasi dari kesungguhan doa kita.
 III.       SASARAN / FUNGSI DOA-PUASA.
 A.   MANIVESTASI DARI PERTOBATAN.
Yun. 3:6-9.
-       Sebagai perwujudan dari pertobatan.
-       Bukti dari rasa takut kepada Allah.
-       Untuk memohon pengampunan, dikuatkan dengan berpuasa.
 B.   MERENDAHKAN DIRI DAN MEMOHON PERTOLONGAN TUHAN.
Ester 4:15-17      –    Demi keselamatan bangsa Israel.
–    Mohon perlindungan di perjalanan.
–    Allah mengabulkan doa puasa mereka.
 C.   MENGEKANG HAWA NAFSU UNTUK HINDARI JEBAKAN.
Ams. 23:1-3         –    Taruhlah pisau di lehermu!
–    Makan-minum yang lezat bisa jadi jebakan.
 D.   MOHON PETUNJUK TUHAN.
Kis. 13:2,3           –    Ada saatnya kita doa puasa untuk meneri-ma petunjuk khusus dalam pelayanan.
E.   MEMBALAS YANG JAHAT DENGAN KEBAIKAN.
Mzm. 35:11-14    –    Berpuasa untuk kebaikan / kesembuhan orang-orang jahat.
–    Doa-puasa seperti ini hanya dapat dilaku-kan oleh orang-orang yang tengah menga-lami / memiliki kasih Ilahi / kasih Kristus!
 F.    HADAPI MASALAH / TUGAS BERAT & TINGKATKAN IMAN.
Mat. 17:19-21      –    Kadang-kadang kita hadapi kuasa kegelap-an yang sulit diatasi.
–    Doa-puasa untuk tingkatkan iman kita dan menggapai urapan Roh Kudus.
II Kor. 11:27,28   –    Rasul Paulus di tengah-tengah tantangan dan kesulitan dalam pelayanan.
 G.   RASA DUKACITA.
II Sam. 1:11,12   –    Puasa karena rasa duka dengan gugurnya pemimpin / perwira pasukan Allah.
–    Kita seharusnya punya rasa duka dengan kejatuhan rekan sepelayanan.
–    Bila perlu, rasa duka itu disertai dengan doa-puasa.
 H.   MENCARI HADIRAT TUHAN.
Luk. 5:33-35        –    Berpuasa, disaat ’kehilangan’ Yesus. Ketika Yesus ’diambil’ / pergi.
Why. 3:20            –    Sidang Jemaat (Laodekia), tapi Tuhan Yesus tidak ada di dalamnya.
–    Saat seperti itulah kita sangat perlu untuk berpuasa!
RENUNGKAN    :     Bukan saja untuk gereja, tapi juga untuk pribadi kita masing-masing.
 IV.      PUASA YANG KUDUS.
Yoel 1:13,14              –    Menghadapi masa yang berat dan penuh derita di Ujung Akhir Zaman.
Yoel 2:2                     –    Tidak pernah ada dan tidak akan ada lagi.
Mat. 24:21                  –    Siksaan yang dahsyat, seperti ……
–    Puasa yang kudus – bukan sekedar mohon kesembuhan / minta berkat / agar dirolong dari kesulitan bisnis.
–    Puasa yang kudus untuk persiapan bagi kedatangan ’Yang Kudus’ Yesus Kristus !
Renungkan              :     Puasa yang kudus, diperlukan untuk menghadapi tahun-tahun / bulan-bulan / hari-hari terakhir dari Akhir Zaman. Mengapa? Di samping kita renungkan ayat-ayat di atas, kita baca : Luk. 18:7,8.
 V.       HAKEKAT PUASA.
Puasa yang sebenarnya (atau hakekat puasa) itu apa?
Yes. 58:3-5                –    Puasa secara fisik, tapi tanpa disertai perto-batan, bukanlah puasa yang dikehendaki Tuhan.
Yes. 58:6-14              –    Membuka belenggu, melepaskan tali kuk, memerdekakan yang teraniaya, memberi makan yang lapar, beri tumpangan, beri pakaian, tidak memfitnah, tidak menuduh, membangun kembali bangunan yang sudah jadi puing-puing rerentuhan!
–    Tidak hanya mengurus kepentingan dirinya sendiri, hidup benar / tidak suka omong kosong (sombong / membual).
–    Inilah hakekat dari puasa yang dirindukan Tuhan.
 VI.      DOA PUASA YANG TIDAK DIKABULKAN.
 A.   YANG TIDAK DIKABULKAN.
 -       Tidak selalu doa-puasa kita dikabulkan oleh Tuhan kadang-kadang Ia menolak. Mengapa?
-       Doa puasa kita tidak dapat merubah kehendak Allah. Doa puasa kita tidak dapat menggeser hal-hal yang prinsipil. Jadi, doa puasa sebenarnya juga berfungsi untuk mencari kehendak Allah / Rencana Allah secara lebih mendalam.
 B.   BEBERAPA CONTOH.
II Sam. 12:13-17.
-   Daud berpuasa, agar anaknya jangan mati. Tapi ……
II Sam. 12:18-23.
-   Kehendak Allah / keputusan Tuhan tetap dijalankan.
Renungkan :     Untuk jangka panjang, kematian bayi itu lebih baik bagi Daud. Sebab bila anak itu berumur panjang, ia menjadi ’saksi hidup’ dari perbuatan dosa itu (anak haram).
Dari sisi lain, bila anak itu hidup, dapat menyulitkan rencana Allah – sebab dari kandungan Batsyeba kelak akan lahir Sulaiman / Salomo, yang kelak akan menjadi raja pengganti Daud.
II Kor. 6:14,15.
-   Jangan menjadi suami / istri dari orang yang tidak seiman.
-   Seringkali orang doa-puasa untuk memaksakan perjodohan-nya (’memaksa’ Tuhan agar setuju / acc).
-   Doa puasa, agar sedia percaya dan terima Yesus, bertobat dan lahir baru dalam Kristus.
I Raj. 21:7-10.
-   Puasa dengan tujuan jahat / sewenang-wenang.
-   Puasa untuk menuruti tujuan yang keji.
-   Izabel menghalalkan segala cara untuk mencapai sasaran, termasuk memakai ’jubah puasa’ ……
Camkan   : Kita harus berhati-hati, agar tidak terjebak ke dalam ’dosa Izabel’ yang kejam ini.
 VII.     BEBERAPA SARAN.
 Bacaan Firman Tuhan : Luk. 18:9-14 dan Mat. 6:16-18.
SARAN
1.   Berpuasalah dengan rendah hati.
-       Puasa dalam kesombongan tidak mendapat apa-apa dari Tuhan (Luk. 18:14).
-       Jangan menilai orang lain lebih rendah.
 2.    Sebaiknya jangan jadi ’komputer yang sudah diprogram’ (Luk. 18:12).
-       Orang Farisi ini ibarat mesin / komputer yang sudah diprogram seminggu 2x.
-       Hidup yang teratur memang baik, tapi ada baiknya untuk berhati-hati, agar kita tidak menjadi semacam mesin / komputer.
 3.    Jangan kehilangan pahala / upah dari Tuhan.
-       Bila kita dipuji / dikagumi orang karena ’kesalehan’ kita (dengan berpuasa), kita kehilangan ’upah puasa’ yang dari Tuhan. Mengapa? Pujian dan rasa kagum orang lain itulah yang menjadi ’upah puasa’ baginya! (Mat. 6:16).
 4.    Bijaksanalah / pakai hikmat.
-       Sebaiknya jangan berpuasa, waktu seisi rumah / gereja sedang repot-repotnya.
Misalnya : Hari-hari persiapan akhir menjelang Natal dan Tahun Baru, Paskah, dst.
-       Janganlah berpuasa di saat hari ulang tahun orang tua / saudaramu dirayakan. Nanti orang bilang, anda ’manusia nyentrik’ …… kan berabe ……
-       Bila anda menjadi pengerja / asisten di sebuah gereja / pastori, jangan ’kurung diri’ di kamar karena alasan doa-puasa, sedang seisi pastori sibuk sekali. Jangan marah, bila orang bilang :
”Itu sih bukan doa-puasa, tapi …… malas ……”
Yang lainnya berbisik : ”Pencuri tulang ……”
-       Doa-puasa jangan dipakai sebagai alat untuk menghindari tugas berat dengan ’jubah rohani’ ……!
5.    Mengerti kondisi pribadi.
-       Ada orang yang memang biasa makan sedikit.
Ada juga yang makan sering tidak teratur, tapi tidak pernah sakit maag (kuat fisiknya). Namun ada yang fisiknya cenderung lemah. Usianya juga berbeda, kan? Secara umum, orang muda lebih banyak membutuhkan gizi / vitamin / kalori daripada orang yang sudah lanjut usia.
 6.    Puasa bagi anak kecil.
-       Anak kecil lebih banyak tergantung orang tuanya. (Terserah kebijaksanaan orang tua). Namun bila diizinkan, kami saran-kan : Jangan dilarang, jangan juga dipaksa. Melainkan diberi pengertian / pengarahan. Biarlah mereka belajar berpuasa secara bertahap.
 7.    Antara Dokter Umum dan Dokter Spesialis.
Luk. 2:36,37.
-       Nabiah Hana berpuluh-puluh tahun tidak pernah tinggalkan Bait Allah. Hidupnya hanya beribadah, berpuasa, berdoa!
-       Kami beri ilustrasi :
Antara Dokter Umum dan Dokter Spesialis.
Maksudnya : Kita semua harus bisa / belajar untuk berpuasa. Namun, memang ada orang-orang yang dipanggil secara khusus untuk hidup dalam doa-puasa!

PENUTUP
Sekali lagi semoga Roh Kudus berkenan menjadikan buku kecil ini menjadi berkat dan petunjuk praktis bagi para pembaca  / pendengar sekalian. Kiranya Tuhan Yesus memberkati doa-puasa anda sekalian. Hal-hal yang lain, yang belum terdapat dalam buku ini, bila anda rasa perlu, dapat anda tambahkan. Mungkin merupakan pengalaman hidup pribadi anda. Who knows?
 SASARAN DOA PUASA KITA
 Tuhan berkenan mengirim jiwa baru.
  1. Tuhan mengurapi setiap hamba-Nya yang melayani.
  2. Tuhan menetapkan pilihan, siapa yang akan bertugas menjadi Majelis Jemaat, Pengurus Komisi dan Perak
  Selamat berdoa puasa, Tuhan memberi kita kekuatan dan kiranya Tuhan berkenan mengabulkan doa puasa kita, baik untuk pribadi / keluarga, terutama untuk pekerjaan Tuhan. Shalom.
 BAGAIMANA MEMULAI PUASA.
Yesus menganjurkan murid-murid-Nya untuk berpuasa (Mat. 6:16-18 ; 9:14,15). Bagi Dia, yang menjadi persoalan adalah apabila orang percaya berpuasa, dan bukan kalau mereka mau berpuasa. Namun cara memulai dan mengatur kegiatan berpuasa akan sangat menentukan keberhasilan saudara. Dengan mengikuti 7 Langkah Pokok ini, saudara dapat membuat waktu saudara bersama Tuhan menjadi lebih berarti dan mendatangkan manfaat dalam kehidupan rohani saudara.
 1. MENENTUKAN SASARAN.
Mengapa saudara / kita berpuasa? Apakah puasa itu untuk pembaharuan rohani, untuk memohon bimbingan, untuk penyembuhan, untuk menyelesaikan suatu masalah, atau untuk mendapat hikmat dalam mengalami situasi yang sulit? Mintalah agar Roh Kudus menunjukkan sasaran dari puasa yang kita lakukan, sehingga kita dapat berdoa dengan lebih spesifik dan strategis.
Dengan berdoa dan berpuasa, kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, hingga Roh Kudus dengan leluasa menggunakan roh kita, membangunkan gereja-gereja kita, dan memulihkan negeri kita.
2 Taw. 7:14. Biarlah ini menjadi prioritas dalam doa puasa kita.
 2.   MENETAPKAN KOMITMEN.
Berdoalah untuk mendapatkan petunjuk dari Roh Kudus, bentuk puasa yang bagaimana hendak kita jalani.
Sebelum mulai, tetapkan dahulu :
-       Berapa lama saudara berpuasa? Satu hari, satu minggu, berapa minggu atau 40 hari.
-       Bentuk puasa yang dikehendaki Tuhan untuk kita jalani. (misalnya : Puasa tetapi boleh minum air, atau air dan juice, tapi juice yang ringan-ringan saja) tapi tidak boleh terlalu sering.
-       Bentuk kegiatan fisik harus bisa kita batasi.
-       Berapa banyaknya waktu perhari yang akan kita gunakan untuk berdoa dan merenungkan Firman Tuhan.
Semua ini membantu saudara / kita untuk mempertahankan diri dari godaan fisik dan tekanan-tekanan yang dapat mempengaruhi kita untuk menghentikan puasa.
3.   Hal yang paling mendasar dalam mempersiapkan diri secara rohani untuk masuk dalam doa dan puasa, adalah pertobatan.
Dosa yang belum diakhiri akan menghambat doa-doa kita.
Beberapa hal yang perlu untuk persiapan hati adalah :
-     Mintalah agar Tuhan memampukan saudara.
-     Akui setiap dosa yang diingatkan oleh Roh Kudus, dan terima pengampunan.
-     Mengampuni orang yang pernah berbuat salah dan mohon ampun pada Tuhan, kalau saudara pernah sakiti orang.
-     Renungkan sifat-sifat Allah. Kasih-Nya, Kuasanya, Hikmat-Nya, Kesetiaan-Nya, Anugerah-Nya, Belas kasih-Nya, dll.
-     Mulailah puasa saudara dengan hati yang bersih, dan penuh damai sejahtera Kristus. Jangan menganggap remeh musuh rohani, yaitu Setan.
-     Setan akan berkuasa dengan lebih dahsyat lagi untuk membatalkan doa puasa saudara, apabila kita tidak bertobat !

MEMPERSIAPKAN DIRI SECARA JASMANI.
Persiapan fisik dapat mempermudah saudara mengatasi perubahan drastis yang terjadi dalam kebiasaan makan, sehingga saudara dapat lebih banyak mengambil waktu bersama dengan Tuhan di dalam doa.
-       Jangan tergesa-gesa dalam memasuki saat puasa.
-       Siapkan tubuh saudara dengan memakan makanan yang lebih ringan, sebelum memulai puasa.
-       Makan sayur-sayuran dan buah-buahan selama 2 hari, menjelang puasa.
-       Akhirnya, tibalah saatnya saudara untuk berpuasa.
 SAAT SEDANG BERPUASA.
-       Mulailah mengurangi makanan yang padat, konsentrasikan hati pada Tuhan
-       Batasi aktivitas saudara dan hindari kegiatan yang tidak penting.
-       Olah raga yang ringan-ringan saja.
-       Istirahat sebanyak yang saudara butuhkan.
-       Persiapkan diri saudara untuk menghadapi tekanan-tekanan mental yang mungkin timbul, seperti emosi, kurang sabar, kurang stabil dan kuatir.
-       Bersiaplah kalau saudara merasakan tekanan fisik, terutama pada hari kedua. Misalnya : rasa pusing, mual, rasa nyeri karena lapar, lelah, lemah atau mengantuk. Mengurangi kopi dan gula, dapat menyebabkan sakit kepala.
Dua atau tiga hari pertama adalah saat-saat yang paling sulit. Dengan berjalannya waktu, saudara akan menjalani keadaan yang lebih baik secara fisik maupun secara rohani. Walaupun demikian, saudara mungkin tetap mengalami nyeri lambung, karena itu minumlah air lebih banyak.

  1. IKUTILAH JADWAL SAUDARA.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, sediakan waktu yang cukup untuk menyendiri dengan Tuhan. Semakin banyak waktu saudara bersama Tuhan, puasa saudara semakin berarti.
Pagi Hari :
-       Mulailah hari ini dengan pujian doa penyembahan.
-       Bacalah dan renungkan Firman Tuhan setiap hari.
-       Persilakan Roh Kudus untuk bekerja di dalam diri saudara, agar kehendak-Nya terjadi dalam diri saudara.
-       Berdoa agar Tuhan menaruh visi-Nya dalam hidup saudara, serta kemampuan untuk melakukan kehendak-Nya.
Siang Hari :
-       Kembali untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan.
-       Saudara dapat berdoa, saat saudara berada di mana saja.
-       Berdoa juga buat Bangsa dan Negara. Berdoa buat pertobatan jutaan jiwa.
Malam Hari :
-       Menyendiri bersama Tuhan dalam waktu yang cukup untuk ”mencari wajah Tuhan”.
-       Ajak mereka yang juga berpuasa, untuk berkumpul dan berdoa bersama-sama.
-       Hindari tontonan televisi atau hal-hal lain yang dapat mengaburkan fokus rohani saudara.
Awali dan akhiri setiap hari dengan doa singkat. Tapi tetap memuji dan menyembah Tuhan bersama pasangan doa saudara.
Dalam berdoa dan merenungkan Firman Tuhan yang membutuhkan waktu cukup panjang, sebaiknya dilakukan sendirian.
 BAGI SAUDARA YANG HANYA PUASA TIDAK MAKAN, TAPI MINUM.
Jam 05.00 – 08.00
Minumlah setengah gelas juice dari buah segar. Sebaiknya yang diperas dan disaring 50% air murni. Hindari jenis buah yang rasanya asam. Juice buah yang dianjurkan adalah semangka, pepaya, pir.
Jam 10.30 siang.
Minum lagi ½ gelas juice buah, atau juice sayuran mentah. Selada, wortel, seledri, dll.
Jam 14.30 – 16.00.
Minumlah teh, atau air gula. Hindari kopi, teh yang terlalu tua.
Jam 16.30 – seterusnya.
Bukalah puasa saudara dengan terlebih dahulu berdoa, mengucap syukur pada Tuhan buat kekuatan dari Tuhan untuk saudara. Makanlah sedikit makanan yang lembut dahulu. Hindari makanan yang berlemak, terlebih makanan asam dan pedas. Makanan pedas akan mengganggu lambung saudara dan akan membuat saudara sakit.
Hindari makanan yang berkafein, demikian juga permen karet dan rasa minta, walaupun nafas saudara terasa berbau. Karena permen mint dapat mengganggu pencernaan dan lambung saudara.

MENGAKHIRI PUASA.
Apabila jadwal puasa saudara selesai, saudara bisa makan kembali. Namun perlu diingat, bagaimana cara saudara mengakhiri puasa tersebut sangat berpengaruh terhadap keberadaan fisik dan rohani saudara.
 MENGAKHIRI PUASA SECARA BERTAHAP.
Mulailah makan secara bertahap. Jangan makan makanan keras dulu. Mulailah dengan makanan ringan dan lembut. Juga jangan makan sampai terlalu kenyang.
Buah semangka baik untuk dimakan dalam mengakhiri puasa saudara. Makanlah makanan yang banyak kuahnya. Misalnya : Sup sehat, buah yang mengandung air, kolak, kacang hijau, puding, lalu baru makanan padat / keras.
 HARAPKAN HASILNYA.
Apabila saudara dengan penuh hormat merendahkan diri di hadapan Tuhan, bertobat, berdoa dan mencari wajah-Nya, apabila dengan setia saudara merenungkan firman-Nya, maka saudara akan menikmati kehadiran Allah (Yohanes 14:21).
Tuhan akan mengaruniakan kesegaran rohani dalam diri saudara. Keyakinan saudara kepada Tuhan semakin kuat, saudara akan merasakan bahwa mental, spiritual dan fisik saudara, disegarkan kembali. Bahkan saudara akan memperoleh jawaban atas doa saudara.
 TAMBAHAN.
Bagaimana mengalami dan memelihara kebangunan rohani secara pribadi.
  1. Hendaklah saudara minta kepada Roh Kudus untuk menyatakan dosa yang belum diakui dalam hidup saudara.
  2. Mintalah maaf pada orang yang pernah saudara sakiti. Saudara berikan ganti rugi, kalau Tuhan menyatakan hal itu.
  3. Periksalah motivasi saudara dalam hubungan setiap kata dan perbuatan. Mohon pada Tuhan untuk menyelidiki dan menyucikan hati saudara hari lepas hari.
  4. Mintalah Roh Kudus menjaga saudara dari setiap puas diri.
  5. Mengucap syukur dan berterima kasihlah kepada Tuhan setiap hari dan dalam segala hal, apapun keberadaan saudara.
  6. Serahkanlah hidup saudara kepada Yesus Kristus yang adalah Juruselamat dan Tuhan. Berserah pada Tuhan dengan kepatuhan dan kerendahan hati.
  7. Pelajarilah sifat-sifat Allah.
  8. Berlaparlah dan berdahagalah dalam Tuhan (Mat. 5:6).
  9. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa dan akal budimu (Mat. 22:37). 
  10. Bersedialah untuk terus menerus dipimpin dan dikuasai dengan Roh Kudus, dengan iman yang kokoh. 
  11. Baca, renungkan dan hafalkan Firman Tuhan setiap hari. 
  12. Berdoa dengan tidak berkeputusan (1 Tes. 5:17). 
  13. Renungkan, bahwa masih berjuta-juta jiwa membutuhkan doa saudara. 
  14. Bersaksilah tentang Yesus setiap hari, sebagai cara hidup saudara. 
  15. Jalanilah kehidupan yang Kudus, dengan ketaatan dan iman.

ENAM PERTANYAAN PENTING TENTANG DOA.
 1.    Apakah doa itu ?
Sederhana saja, yaitu bahwa doa adalah percakapan dengan Tuhan. Doa yang benar mengadakan penyembahan kepada Bapa Surgawi dan mengundang Dia untuk berbicara kepada kita, sebagaimana kita berkeyakinan kepada-Nya.
2.    Siapa yang bisa berdoa ?
Setiap orang bisa berdoa. Tetapi hanya mereka yang berjalan dengan iman dan taat kepada Kristuslah, yang dapat berharap untuk menerima jawaban atas doa-doa mereka.
Hubungan dengan Tuhan dimulai ketika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan dalam hidup kita (Yoh. 14:6). Berdoalah dengan hati yang bersih, agar doa kita efektif. Kita tidak dapat berharap, bahwa Tuhan akan menjawab doa-doa kita, jika ada dosa yang belum diakui, atau kita memiliki hati yang belum mengampuni (Mzm. 66:18; Mark. 11:25). Agar Allah berkenan menjawab doa kita, kita harus memiliki hati yang percaya dan meminta sesuai dengan kehendak Tuhan. (Mat. 9:29 ; 21:22 ; 1 Yoh. 5:14,15).
3.    Mengapa kita harus berdoa?
Firman Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa. (Luk. 18:1 ;Kis. 6:4 ; Mar. 14:38). Kita berdoa, agar memilki persekutuan dengan Tuhan, mendapat peeliharaan secara rohani dan menerima kekuatan untuk mengalami kehidupan yang berkemenangan dan tetap memiliki keberanian untuk menjadi Saksi Kristus.
Doa ’membebaskan’ kuasa Allah yang besar untuk mengubah alam, masyarakat dan negara.
4.    Kepada siapa kita berdoa?
Kita berdoa kepada Bapa di surga dalam nama Tuhan Yesus Kristus, melalui pelayanan  Roh Kudus. Ketika kita berdoa kepada Bapa, doa-doa kita diterima oleh Yesus Kristus dan disampaikan kepada Allah Bapa dengan Perantaraan Roh Kudus (Rom. 8:26,27,34).
5.    Bilamana kita berdoa?
Firman Tuhan memerintahkan kita untuk ”Tetaplah berdoa” (1 Tes. 5:17). Kita bisa berdoa sepanjang hari, menyatakan dan memperlihatkan penyembahan kita kepada Tuhan, seiring dengan kegiatan kita sehari-hari. Kita bisa berdoa / berbicara dengan-Nya, dimanapun kita berada. Kita dapat berdoa di dalam kendaraan, sedang memasak atau sedang berjalan-jalan.
6.    Apa saja yang harus kita sampaikan dalam doa kita?
Walaupun doa kita tidak dapat dibuat dalam bentuk sebuah rumus, namun ada beberapa unsur dasar di dalam komunikasi kita dengan Tuhan, yaitu :
Penyembahan, pengakuan, pengucapan syukur, permohonan.
 1. Penyembahan :
Menyembah Tuhan berarti memuji dan memuliakan Tuhan, menghormati dan meninggikan Dia di dalam hati dan pikiran kita, serta dengan mulut bibir kita..
 2. Pengakuan :
Apabila kita mengawali doa kita dengan penyembahan, maka Roh Kudus memiliki kesempatan untuk menyatakan kesalahan dosa kita, dan harus kita akui dengan ketulusan hati.
 3. Mengucap syukur :
Adalah suatu sikap bersyukur kepada Tuhan untuk keberadaan-Nya dan berkat-berkat yang telah kita nikmati, karena kita adalah milik-Nya.
 4. Permohonan :
Permohonan meliputi doa untuk kebutuhan kita, atau syafaat untuk orang lain. Berdoa agar hidup rohani kita diperbaharui, selalu peka dan bersedia dikuasai oleh Roh Kudus.
Berdoa untuk orang lain, pasangan saudara, anak-anak, orang tua, tetangga dan teman-teman, negara kita dan para pemimpin kita. Berdoa untuk keselamatan jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan.


END - GOD BLESS YOU